Hal ini sesuai dengan legenda masyarakat kampung Raja Tuha.Bahwa nama Raja Tuha adalah sebuah Nama Bangsawan dari keturunan Arab atau kerabat Sayidina Ali bin Abi Thalib. Kalau kita kaitkan dengan sejarah maka pada masa Daulah Ummayah berkuasa seluruh keturunan Ali bin Abi Thalib menjadi musuh politik Daulah Ummayah. Keberadaan mereka terus diusik bahkan banyak diantara mereka yang dibunuh. Untuk menghindari kekejmamn penguasa maka sebagian besar ketutunan Ali bin Abi Thalib keluar dari jajirah Arab dalam rangka menyelamatkan diri dan sekaligus menyebarkan agama Islam.
Bangsawan tersebut masuk melalui selat malaka dan terus menelusuri sungai dan akhirnya singah di sebuah tempat yaitu Kampung Raja Tuha saat ini. Menurut cerita bahwa bangsawan tersebut bersama dengan adiknya. Mereka menetap dan membuka pemukiman / perkampungan. Seiring berjalannya waktu maka pemukinan itu semakin lama maka semakin ramai.
Suatu hari bangsawan itu berselisih paham dengan adiknya yang berujung dengan pertengkaran. Dalam pertengkaran tersebut terucap kata-kata yang sumpah semacam kutukan oleh adik bangsawan tersebut, yaitu “ Siapa yang tinggal dipemukiman ini maka hidunya tidak akan senang “. Setelah mengucapkan kata-kata tersebut maka sang adik berangkat menuju pesisir (kuala) dan menetap disana. Tempat tersebut saat ini terkenal dengan nama kuala Raja Muda sedangkan sang kakak menetap di pemukiman (Raja Tuha).
Sumpah yang diucapkan sang adik melegenda sehingga keturunan Bangsawan kakak takut terhadap sumpah (kutukan) tersebut sehingga mereka meninggalkan pemukiman Raja Tuha berpindah ke pemukiman baru (Kampung Geulanggang Merak). Raja Tuha juga merupakan nama kemukiman yaitu kemukiman raja tuha dan merupakan kampung tertua di antara 8 kampung yang berada di wilayah kemukiman raja tuha